Awal Perjuangan

Lulus itu gampang !!!!

Setelah lulus mau ngapain itu jadi sebuah pertanyaan besar yang saya hadapi tat kala sidang tugas akhir di depan mata. Boleh jujur saya mengerjakan bab I-III hanya 2 minggu dn bab IV-VI hanya 3 hari. Namun jeda bimbingan bab III menju IV saya tunda hampir 3 bulan. Janji saya pada diri sendiri bahwa akan menyelesaikan proposal dan skripsi dalam satu semester akhirnya terwujud.

Saya beruntung karena adanya perubahan kurikulum dimana mahasiswa angkatan tua hanya harus menyelesaikan sisa sks studi saja. Awalnya ada sedikit permasalahan dengan studi saya selama S1 karena masalah matakuliah belanja yang berlebih, kemudian adanya peraturan yang mengharuskan nilai E dihapus dari daftar hasil studi. Berbahagialah saya saat mengetahui hal itu. Beberapa kali harus maju mundur ke dosen wali akhirnya saya mendapatkan kepastian akan nasib studi saya. Setelah urusan jumlah sks dan nilai selesai dengan berani saya meminta kepada dosen pembimbing magang saya untuk minta dosen pembimbing skripsi dan jatuhlah pilihan saya pada dosen yang cukup terkenal killer kalau urusan skripsi. Bimbingan pertama saya sudah bersiap dengan 2 bendel judull + babI-III, yang memang sudah saya siapkan sejak magang. Apa yang saya dapat di hari pertama bimbingan sungguh diluar dugaan, judul saya dan segala isi langsung ditolak oleh dosen saya. Saya masih ingat betul kata-kata beliau “Kau mau buat skripsi, kalau macam ini yang mau kau buat saya gag mau bimbing ini terlalu mudah buat kamu. Coba kamu buat sebuah perencanaan program untuk poduk ini. Oh ya saya gag mau lama-lama bimbing kamu, cepat kerjakan ya.” Sejak tugas akhir tentang perencanaan, dan meskipun dosenembimbing jarang ada di kaantor namun saya rajin untuk menaruh bendel hasil revisian di meja beliau. 13 September 2016 setelah Idul Adha saya iseng ke kampus untuk check hasil bimbingan sebelumnya. Sebuah kejutan bahwa bab I-III sudah di acc dan bisa seminar skripsi, hasil bimbingan itu saya tunjukan kepada dosen embimbing 2 saya dan kalau dari dosen pembimbing utama acc kenapa dia enggak. Tanggal 14 pagi dosen pembimbing 2 menghubungi saya untuk menyelesaikan revisi segera sebelum jam 12 karena akan dibagikan untuk penguji. Tanggal 15 akhirnya saya seminar proposal.

sumber : https://img.okezone.com/content/2011/07/15/373/480422/2H1pGCGuwx.jpg

selang 3 bulan tepatya bulan desember saya mulai bimbingan kembali, tanggal 5 desember saya bertemu dengan dosen dengan membawa bab IV-V, beliau bilang saya lupa kamu buat apa. Jleb dong, akhirnya saya beri penjelasan kepada dosen pembimbing dan hari itu juga nunggu ketemu dosen pembimbing kedua untuk kasih sinkronisasi. Hari itu juga ketemu sama adek tingkat yang mau urus sidang dan kata dia besok tanggal 6 hari terakhir kumpul bendel sidang. What the……

pada akhirnya saya bisa kumpul bendel tanggal 7, molor sehari dari jadwal dan masih diterima. Tanggal 13 saya ujian skripsi dan alhamdulillah perjuagan ngap-ngapan lari sana sini terbayar.

sejak awal saya bilang bahwa saya bisa menyelesaikan seminar dan sidang dalam satu semester kepada orang-orang di sekitar.

setelah ini mau ngapain? tunggu cerita saya berikutnya. 😀

sokongan dana dari kampus

sumber : http://pls.upi.edu/wp-content/uploads/2014/05/DSC_0336.jpg
beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seleksi sebuah kegiatan diluar kampus. Kegiatan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyelenggara [akomodasi] untuk transportasi ada yang ditanggung oleh penyelenggara dan mandiri. Kebetulan saya menanggung sendiri biaya transportasi dari daerah asal menuju lokasi kegiatan. Jumlah ongkos yang dikeluarkan memang tak begitu besar namun saya mencoba untuk melihat respon kampus atas kegiatan ini.
 
Pagi itu begitu semua surat yang menunjukan saya lolos kegiatan tersebut saya bawa ke kampus. Niat awal saya ingin meminta sumbangan kepada pihak fakultas toh saya membayar uang kemahasiswaan yang tidak sedikit. Namun rupanya saya salah jalur, saya langsung bertemu dekan dan dekan menyarankan saya untuk maju ke koordinator bidang kemahasiswaan. Koordinator bidang kemahasiswaan di fakultas saya rupanya sedang keluar makan siang, isenglah saya ke bagian pencairan dana kemahasiswaan di universitas. Universitas tidak menerima, karena ini harus fakultas yang mendanai. Baiklah, sebelumnya diperjalanan dari kantor fakultas ke rektorat saya mencoba sms koordinator bidang kemahasiswaan, menanyakan kapan bisa bertemu. Setelah urusan di bagian pencairan dana kemahasiswaan selesai saya kembali ke fakultas dan mendapati bahwa koordinator bidang kemahasiswaan telah berada di ruangan.
 
saya ceritakan bagaimana saya bisa sampai terpilih mengikuti kegiatan ini dan apa latar belakang saya selama ini. Beliau mengatakan bahwasanya fakultas tidak bisa memberikan dana karena kegiatan terlalu mendadak dan ini merupakan inisiatif pribadi. Namun fakultas bersedia memberikan surat rekomendasi kepada pihak universitas. setelah mendapatkan surat saya langsung ke gedung rektorat dan memberikan suratnya. saya diminta menunggu karena bapak rektor bidang kemahasiswaan sedang berada di belanda dan akan pulang pada hari senin.
 
seminggu setelah kegitan saya kembali ke bagian pencairan dana kemahasiswaan dan kemudian diberitahu bahwa proposal pendanaan saya ditolak dengan alasan KAMU MENDAFTAR SENDIRI, kamu bukan bagian dari lembaga kemahasiswaan atau ukm di universitas maupun fakultas. Sedikit kecewa namun kemudian saya balik kata-kata bapak bagian pencairan dana kemahasiswaan bahwa untuk apa kampus selalu menanamkan nilai creative minority? untuk apa mahasiswa harus berfikir Kritis Kreatif dan Inovatif. Kemudian bapak bidang kemahasiswaan meminta saya menunggu lebih lama lagi dengan harapan dana bisa cair.
 
*bila mau flashback 2 atau 3 tahun silam
pertama kali saya mengikuti kegiatan saya mendapatkan support dari fakultas waktu itu koordinator bidang kemahasiswaan adalah dosen pembimbing skripsi saya sekarang, Dekan yang dulu sekarang menjadi salah satu pengajar di pasca sarjana. Kemudahan yang saya peroleh urusan dana untuk kegiatan luar bukan semata-mata karena mereka bekerja sesuai porsi mereka, mereka berdua berfikir untuk jangka panjang, bagaimana sertifikat mahasiswa mampu menjadi sebuah nilai + untuk masadepan fakultas dan jurusan pada saat ada kegiatan akreditasi. Kemudian mereka hanya menanyakan kontribusi yang akan dilakukan setelah pulang dari berkegiatan.
 
* saya tidak menghakimi salah satu pihak namun mencoba bercerita berdasar fakta dan opini

Nano Nano

Ya, aku merasakan keganjilan tentang rasa ini. Aku dan kamu memang terpisak jarak ribuan kilo, kini aku meragu seiring perjalanan hubungan ini. Aku tau kamu memang sosok yang baik, namun taukah kamu seorang perempuan tidak hanya ingin disimpan seolah olah simpanan rahasia yang tak ada orang yang boleh tau bahwa kau adalah milikku. Bukan, aku dan kamu bukan milik siapapun tapi kita adalah milik penguasa. Ah kamu benar, untuk apa kamu menunjukan siapa aku kepada publik . Iya aku memang bukan siapa-siapa bagimu. Haruskah aku menyerah pada titik ini?

Apa aku egois jika menginginkan keberadaanku diketahui orang terdekatmu? Apa akau terlalu agresif sehingga aku dengan bangga menunjukan siapa kamu kepada orang-orang terdekatku? Apa aku salah jika aku menginginkan pengakuan?

Kamu terlalu baik sehingga kamu tak pernah mau tau apa yang sebenarnya ada di otak dan hatiku saat ini. Aku hanya berusaha untuk menunjukan apa yang bisa kau lihat. Tapi pernah kah kau berfikir bahwa ada hal lain yang tak pernah aku tunjukan. Kamu tak pernah bertanya, selalu saja aku yang bertanya. Tak jarang aku merasa bahwa akulah pengemis itu.

Lupakanlah,

Aku tau bahwa mungkin sekarang ini masih dalam proses hidup yang panjang.

Titik Jenuh

sebuah titik jenuh dimana tak banyak yang mengerti

 

 

aku lajang tapi apakah lajang itu?

jika lajang diartikan sebagai yang sendirian

lantas bagaimana hidup orang lajang?

apakah mereka benar-benar sendiri?

 

jika aku sendiri apa aku pantas bahagia?

lalu pertanyaan muncul siapa yang pantas bahagia?

bukankah bahagia itu universal?

ada banyak hal berkecamuk didalam dada kala ini

 

aku tak tau apa sebenarnya yang aku cari

apa aku sedang mencari bahagia??

atau aku sedang mencari bahagia dalam kesendirian??

entahlah saat ini aku sedang lelah atau bingung

 

bawa aku ke negrimu