AKULAKU

melihat sebuah iklan baliho tentang ecomerce baru yang menawarkan cicilan tanpa kartu kredit saya agak tergiur karena ada barang yang agak mahal yang saya incar. Sebelum memutuskan menginstall aplikasi ini di hp terlebih saya kroscek via website akulaku.com namun ternyata ecomerce yang satu ini belum menyediakan versi dekstop. Kemudian saya mencari reverensi tentang ecomerce ini dari beberapa blog yang sudah melakukan registerasi. Setelah yakin kemudian saya mantap untuk download aplikasi ini di hp. Mula-mula yang perlu diisi adalah nama, pekerjaan, jenjang pendidikan dan sosial media yang harus di authorize bisa linkedln atau facebook. Untuk jenis pekerjaan agaknya masih kurang variasi karena hanya ada 3 atau 4 pekerjaan. Tidak ada kendala selama bagian pertama dari form pendaftaran akulaku ini. Disisi atas muncul tulisan 1. Mengisi info pribadi dapat Rp. 500.000.
Bagian kedua anda kan diminta menggunggah kartu identitas, foto anda bersama kartu identitas dan juga nomor kartu identitas. Awalnya saya memasukan sim, namun rupanya pihak akulaku tidak menginkan penggunaan kartu identitas selain ktp. Ketika mengisi bagian ini akan muncul tulisan mengisi info pribadi dapat Rp. 2500.000

Bagian ketiga anda akan diminta mengisi kontak darurat, ada pilihan kontak darurat yang bisa dipilih orang tua, pasangan, atau saudara selain itu harus juga menyebutkan nama dan nomor telefon. Diawal mendaftar saya mengisi kontak darurat dengan identitas pacar saya. Namun yang terjadi adalah di tolak dan barulah saat saya mengisi dengan kontak ibu saya bisa berhasil. Bagian ketiga akan muncul mengisi kontak darurat dapat Rp 3500.000

Preview attachment Screenshot_2017-06-02-12-19-28-04.png

Screenshot_2017-06-02-12-19-28-04.png
42 KB

Bagian ke empat dibagian ini akan ada data yang agak sensitif yang harus diinput. Pertama adalah bidang pekerjaan, sejujurnya variasi di bagian ini masih kurang banyak karena pekerjaan saya tidak ada dan akhirnya saya pilih yang agak menjurus ke pekerjaan saya. Kedua selain industri tempat bekerja akan ada lama bekerja di bidang tersebut. Nah yang ketiga ini agak sensitif yaitu gaji bulanan juga. Kemudian yang keempat adalah website pribadi atau perusaan. Data terakhir yang harus dimasukan di bagian ke empat adalah keahlian, cukup satu keahlian yang di klik. Bagian keempat akan muncul mengisi info pekerjaan dapat Rp 5.000.000P

review attachment Screenshot_2017-06-02-11-36-39-35.png

Screenshot_2017-06-02-11-36-39-35.png
52 KB

Bagian kelima ini sifatnya juga pribadi tapi lebih kepada cara menyakinkan kepada pihak akulaku bahwa memang diri kita layak mendapatkan kredit ini. Data yang harus diinput adalah foto npwp, foto tempat bekerja, dan foto transaksi terakhir/rekening koran/siup/tdp. Kebetulan untuk bagian terakhir ini saya menggunakan screenshot transaki di email banking. Bagian kelima akan muncul mengisi info …….. * dapat Rp 5.000.000

Bagian terakhir/ keenam dari pendaftaran di akulaku adalah merekam suara kita mengeja angka yang diberikan. Bagian ini akan muncul mengisi info suara dapat Rp 5.000.000

Lama untuk di acc mendapat kredit dari akulaku menurut apa yang tertera di aplikasi adalah 48 Jam, namun nyatanya dalam waktu kurang dari 10 menit pemberitahuan sudah muncul muncul. Jujur saya mendaftar sebanyak 3 kali karena beberapa kesalahan yang bisa saja bukan dari saya. Dugaan saya adalah yang pertama saya memasukan identitas kontak darurat dengan nomor dari luar negri [ini sebenernya nyata karena pacar saya memang di luar negri] kemudian saya ganti dengan nomor ibu. Saya pikir tidak ada masalah namun rupanya gagal juga. Setelah di cek saya gag paham juga sama kesalahanya. Nah ketiga kali ketika diberitahu aplikasi kredit saya gagal saya mikir mungkin ada masalah di kartu identitas karena yang dipakai adalah sim bukan ktp. Nah setelah semua dibereskan dan sesuai dengan apa yang diminta gag lama saya mendapat notifikasi bahwa aplikasi atau pendaftaran saya diterima. Planfon kredit yang diberikan pertama kali adalah 3Juta rupiah. Ini bisa bertambah kalau kalian bayar cicilan tepat waktu.Preview attachment Screenshot_2017-06-02-12-49-11-94.png

Screenshot_2017-06-02-12-49-11-94.png
40 KB

Saya pribadi mengurungkan niat berbelanja di akulaku karena yang pertama harga barang yang saya ingin beli dengan cicilan gag bisa dibeli dengan plafon yang saya punya di akulaku. Kedua melihat selisih harga barang pengganti barang yang saya mau di akulaku dan toko sebelah sangat jauh menjadi kengganan saya.
Demikian tadi informasi mengenai belanja cicilan 0% di akulaku

Advertisements

Awal Perjuangan

Lulus itu gampang !!!!

Setelah lulus mau ngapain itu jadi sebuah pertanyaan besar yang saya hadapi tat kala sidang tugas akhir di depan mata. Boleh jujur saya mengerjakan bab I-III hanya 2 minggu dn bab IV-VI hanya 3 hari. Namun jeda bimbingan bab III menju IV saya tunda hampir 3 bulan. Janji saya pada diri sendiri bahwa akan menyelesaikan proposal dan skripsi dalam satu semester akhirnya terwujud.

Saya beruntung karena adanya perubahan kurikulum dimana mahasiswa angkatan tua hanya harus menyelesaikan sisa sks studi saja. Awalnya ada sedikit permasalahan dengan studi saya selama S1 karena masalah matakuliah belanja yang berlebih, kemudian adanya peraturan yang mengharuskan nilai E dihapus dari daftar hasil studi. Berbahagialah saya saat mengetahui hal itu. Beberapa kali harus maju mundur ke dosen wali akhirnya saya mendapatkan kepastian akan nasib studi saya. Setelah urusan jumlah sks dan nilai selesai dengan berani saya meminta kepada dosen pembimbing magang saya untuk minta dosen pembimbing skripsi dan jatuhlah pilihan saya pada dosen yang cukup terkenal killer kalau urusan skripsi. Bimbingan pertama saya sudah bersiap dengan 2 bendel judull + babI-III, yang memang sudah saya siapkan sejak magang. Apa yang saya dapat di hari pertama bimbingan sungguh diluar dugaan, judul saya dan segala isi langsung ditolak oleh dosen saya. Saya masih ingat betul kata-kata beliau “Kau mau buat skripsi, kalau macam ini yang mau kau buat saya gag mau bimbing ini terlalu mudah buat kamu. Coba kamu buat sebuah perencanaan program untuk poduk ini. Oh ya saya gag mau lama-lama bimbing kamu, cepat kerjakan ya.” Sejak tugas akhir tentang perencanaan, dan meskipun dosenembimbing jarang ada di kaantor namun saya rajin untuk menaruh bendel hasil revisian di meja beliau. 13 September 2016 setelah Idul Adha saya iseng ke kampus untuk check hasil bimbingan sebelumnya. Sebuah kejutan bahwa bab I-III sudah di acc dan bisa seminar skripsi, hasil bimbingan itu saya tunjukan kepada dosen embimbing 2 saya dan kalau dari dosen pembimbing utama acc kenapa dia enggak. Tanggal 14 pagi dosen pembimbing 2 menghubungi saya untuk menyelesaikan revisi segera sebelum jam 12 karena akan dibagikan untuk penguji. Tanggal 15 akhirnya saya seminar proposal.

sumber : https://img.okezone.com/content/2011/07/15/373/480422/2H1pGCGuwx.jpg

selang 3 bulan tepatya bulan desember saya mulai bimbingan kembali, tanggal 5 desember saya bertemu dengan dosen dengan membawa bab IV-V, beliau bilang saya lupa kamu buat apa. Jleb dong, akhirnya saya beri penjelasan kepada dosen pembimbing dan hari itu juga nunggu ketemu dosen pembimbing kedua untuk kasih sinkronisasi. Hari itu juga ketemu sama adek tingkat yang mau urus sidang dan kata dia besok tanggal 6 hari terakhir kumpul bendel sidang. What the……

pada akhirnya saya bisa kumpul bendel tanggal 7, molor sehari dari jadwal dan masih diterima. Tanggal 13 saya ujian skripsi dan alhamdulillah perjuagan ngap-ngapan lari sana sini terbayar.

sejak awal saya bilang bahwa saya bisa menyelesaikan seminar dan sidang dalam satu semester kepada orang-orang di sekitar.

setelah ini mau ngapain? tunggu cerita saya berikutnya. 😀

Salah Jurusan [Mitos atau Fakta]

“Anak komunikasi, jadilah penghubung di semua bidang keilmuan”

sejak awal kuliah dulu gag sengaja jatoh kelubang masalah lingkungan, trus bingung nih lah gue kan anak komunikasi apa dong yang bisa gue lakuin? maklum lah awal-awal kuliah hape gue masih belum gandroid atau bulekberry jadi masih gag ngerti nih soal dunia per sosmed-an. Jujur aja gue masih gag ngeri apaan itu komunikasi, karena emang gue bukan orang yang pinter bin cepet nangkep sesuatu, jadilah gue ikut-ikutan aja. Tahun pertama kuliah nama gue udah ada di salag satu buku procceding simposium ilmiah. Itu salah satu nikmat Tuhan tatkala gue merasa bahwa gue salah jurusan. Tahun kedua gue kuliah gue makin ngerasa kalau gue salah jurusan sebabnya apa?

Gue apply salah satu conference hitz kala itu namanya National Future Educator Confference, gag komunikasi banget kan? Itu kegiatan bidang pendidikan boo, dan apa gue merasa salah tatkala ikut itu? Rupanya di confference itu ada banyak anak-anak lain dari jurusan yang gag pendidikan banget misal hukum, hubungan internasional, dll. Gue tau disitu ada anak hukum soalnya ada mantan mapresnas 2014 *gag perlu sebut merek lah. Asal lo tau pas gue di kegiatan itu gue ngerasa nothing banget, remah-remah kerupuk banget deh gue, bayangin yang ikutan itu udah banyak pengalaman di dunia confference, dan gue? Nothing lah. Pas gue balik dari Jakarta gue cerita sama dekan gue tentang apa yang mau gue lakuin setelah kegiatan itu beliau bilang ajak-ajak teman yang lain kalau mau berkegiatan bair ada kamu-kamu yang lain. Disini gue nyadar yang namanya komuniksi itu gag cuman urusan sosmed dll tapi juga urusan silat lidah, ketajaman otak dan kemauan bergerak. Tapi ketika ngomong sama temen-temen gue seangkatan justru gue dianggap aneh, kan gue sedih yak. Diajak rada kritis sama masalah ginian belom ada yang mau. Inovasi di bidang pendidikan kalau gag ada inovasi di bidang komunikasi bakal sama aja.

 

Anak komunikasi masuk ranah budaya? Serius? Miapah?

Ini tentang gue yang bahagia tatkala ikutan Borobudur Youth Forum, lah kan gue anak komunikasi buat apaan ikutan begituan? Buat cari pengalaman neng [pengalaman ini gag gue lupain, temen sekamar gue waktu itu duta bahasa nomor wahid se jateng] Ini kegiatan menurut gue rada me dimana gue harus nemu solusi untuk permasalah budaya di sekitaran candi borobudur khususnya dan Indonesia secara umumnya, disini bareng temen-temen satu team bikin kegiatan yang emang bener-bener aplikatif buat masalah disana. bidang komunikasi dipake gag? pake banget, belajar ngomong doang ternyata gag gampang, bikin inovasi kalau gag bisa komunikasi is nothing.

 

pengalaman gue maju presentasiin proyek yang mau gue buat ternyata juga butuh modal komunikasi, ya maklum ini kompetisi tingkat nasional dimana se Indonesia cuman 34 orang diambil. *gag ada maksud riya’* gue maju sendirian tanpa ada temen yang bantu [ada sih tapi buat teknis] dan kalau gue gag bisa komunikasi maju selangkah kebelet pipisnya 1 jam. apa yang gue presentasiin emang jauh dari bidang komunikasi tapi bukankah komunikasi itu ngedukung gue dari sisi yang lain. kalau gue gag belajar komunikasi kelompok mungkin gue masih hidup dengan segala kengototan dan gag mau kalah.

 

kalau dipikir pikir lagi, gag pernah ada kata salah jurusan yang ada adalah kamu tidak berfikir lebih luas untuk mengembangkan jurusan kamu. mau jurusan pgsd tapi masuk di bidang lingkungan atau bisnis masuk ke bidang meteorologi itu gag salah. yang selalu gue inget tat kala gue anggap diri gue salah jurusan adalah ilmu itu seperti jaring laba-laba dimana semuanya terkoneksi.

 

trus kalau ditanya orang apa gue nyesel sempet bilang diri gue salah jurusan? ENGGAK

salah jurusan itu mitos atau fakta? Buat gue MITOS karena sebenernya ilmu itu gag ada batasanya

pada akhirnya gue harus memilih untuk tetap kembali ke ke tempat dimana gue digembleng. toh pas diakhir kuliah gini gue ngerjain tugas akhir juga masih di bidang komunikasi cuman topiknya gag berbau lingkungan. gue bukan motivator tapi gue coba ngajak kalian naik gunung gag cuman dari jalur pendakian yang umum meski banyak resiko. hidup kan emang gitu.