sokongan dana dari kampus

sumber : http://pls.upi.edu/wp-content/uploads/2014/05/DSC_0336.jpg
beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seleksi sebuah kegiatan diluar kampus. Kegiatan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyelenggara [akomodasi] untuk transportasi ada yang ditanggung oleh penyelenggara dan mandiri. Kebetulan saya menanggung sendiri biaya transportasi dari daerah asal menuju lokasi kegiatan. Jumlah ongkos yang dikeluarkan memang tak begitu besar namun saya mencoba untuk melihat respon kampus atas kegiatan ini.
 
Pagi itu begitu semua surat yang menunjukan saya lolos kegiatan tersebut saya bawa ke kampus. Niat awal saya ingin meminta sumbangan kepada pihak fakultas toh saya membayar uang kemahasiswaan yang tidak sedikit. Namun rupanya saya salah jalur, saya langsung bertemu dekan dan dekan menyarankan saya untuk maju ke koordinator bidang kemahasiswaan. Koordinator bidang kemahasiswaan di fakultas saya rupanya sedang keluar makan siang, isenglah saya ke bagian pencairan dana kemahasiswaan di universitas. Universitas tidak menerima, karena ini harus fakultas yang mendanai. Baiklah, sebelumnya diperjalanan dari kantor fakultas ke rektorat saya mencoba sms koordinator bidang kemahasiswaan, menanyakan kapan bisa bertemu. Setelah urusan di bagian pencairan dana kemahasiswaan selesai saya kembali ke fakultas dan mendapati bahwa koordinator bidang kemahasiswaan telah berada di ruangan.
 
saya ceritakan bagaimana saya bisa sampai terpilih mengikuti kegiatan ini dan apa latar belakang saya selama ini. Beliau mengatakan bahwasanya fakultas tidak bisa memberikan dana karena kegiatan terlalu mendadak dan ini merupakan inisiatif pribadi. Namun fakultas bersedia memberikan surat rekomendasi kepada pihak universitas. setelah mendapatkan surat saya langsung ke gedung rektorat dan memberikan suratnya. saya diminta menunggu karena bapak rektor bidang kemahasiswaan sedang berada di belanda dan akan pulang pada hari senin.
 
seminggu setelah kegitan saya kembali ke bagian pencairan dana kemahasiswaan dan kemudian diberitahu bahwa proposal pendanaan saya ditolak dengan alasan KAMU MENDAFTAR SENDIRI, kamu bukan bagian dari lembaga kemahasiswaan atau ukm di universitas maupun fakultas. Sedikit kecewa namun kemudian saya balik kata-kata bapak bagian pencairan dana kemahasiswaan bahwa untuk apa kampus selalu menanamkan nilai creative minority? untuk apa mahasiswa harus berfikir Kritis Kreatif dan Inovatif. Kemudian bapak bidang kemahasiswaan meminta saya menunggu lebih lama lagi dengan harapan dana bisa cair.
 
*bila mau flashback 2 atau 3 tahun silam
pertama kali saya mengikuti kegiatan saya mendapatkan support dari fakultas waktu itu koordinator bidang kemahasiswaan adalah dosen pembimbing skripsi saya sekarang, Dekan yang dulu sekarang menjadi salah satu pengajar di pasca sarjana. Kemudahan yang saya peroleh urusan dana untuk kegiatan luar bukan semata-mata karena mereka bekerja sesuai porsi mereka, mereka berdua berfikir untuk jangka panjang, bagaimana sertifikat mahasiswa mampu menjadi sebuah nilai + untuk masadepan fakultas dan jurusan pada saat ada kegiatan akreditasi. Kemudian mereka hanya menanyakan kontribusi yang akan dilakukan setelah pulang dari berkegiatan.
 
* saya tidak menghakimi salah satu pihak namun mencoba bercerita berdasar fakta dan opini
Advertisements