Selamat Jalan

berbicara tentang sosok yang satu ini bagiku tak akan ada habisnya. dia bukan seorang yang rupawan maupun bergelimang harta. dia sosok yang mungkin banyak orang rindukan, akupun merindukan sosok ini. tanggal 5 febuari 2016 aku melihat di timeline akun facebook milikku, ada sebuah postingan tentang sosok ini yang sedang terkulai lemah di bangsal sebuah rumah sakit di Kota Salatiga. sehari kemudian aku melihat dan membaca bahwa ternyata sosok ini telah berpulang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.
***
tahun 2013
aku mempunyai sebuah keinginan dan untuk mengajar anak-anak di lereng gunung, aku memberi nama kegiatanku ini adalah Sobat Gunung. sekitar bulan november 2013 aku melihat sebuah postingan di facebook untuk sebuah kegiatan sosial pembuatan mikrohydro di Promasan Gunung Ungaran. aku tertarik karena ini berkaitan juga dengan kegiatanku di Sobat Gunung. lantas aku menghubungi salah satu orang yang akan pergi. inilah awal perkenalanku dengan sosok Santo Handoyo.
Santo Handoyo atau yang lebih akrab disapa oom Santo merupakan seorang pria paruh baya yang masih melajang hingga akhir hayatnya. dimataku beliau merupakan pribadi yang tak pernah lelah untuk mengabdi kepada sesama. sosok Oom Santo mulai dikenal oleh banyak orang ketika beliau aktif terlibat menjadi relawan tatkala gunung merapi meletus tahun 2010. aku sendiri baru mengenal sosok ini tahun 2013.
Salah satu ciri khas yang selalu ku ingat dari sosok oom Santo adalah selalu menggunakan sarung. masih kuingat ketika pertama kali berjumpa dengan oom Santo beliau mengatakan bahwa sarung adalah salah satu hal paling berharga yang beliau miliki. selain sarung beliau juga identik dengan siput atau mobil putih katana yang telah dimodifikasi menjadi ambulans gratis. oom Santo selalu menggunakan siput kecuali saat siput sakit.
beberapa kegiatan sosial yang pernah aku ikuti bersama beliau mengajarkan kepadaku bahwa masih ada banyak orang di negeri ini yang tanpa pamrih bekerja untuk sesama. aku juga belajar bahwa dimana ada keinginan untuk berbuat baik akan ada jalan asalkan tidak hanya menunggu tapi juga berusaha. kadang aku tak habis pikir kenapa oom Santo mau bersusah payah untuk kehidupan sesama padahal menurutku oom santo bukan sosok yang bergelimang harta. ketika ditanya hal tersebut beliau selalu menjawan “Rejeki itu bukan dari manusia dek, Gusti Allah sudah mengatur. Oom kayak gini bukan mencari duit, buat sesama. kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan orang lain.”
sejujurnya sejak tahun 2014 akhir tak banyak kegiatan yang aku ikuti bersama beliau, hanya sesekali bertemu dan bertegur sapa. tahun 2015 seperti tahun kekosonganku di kegiatan sosial bersama beliau. aku lebih aktif di kegiatan yang aku lakukan sendiri bersama teman-teman. beberapa kali beliau memintaku untuk ikut kembali berkegiatan bersama.
diawal tahun aku pergi meninggalkan Salatiga dan pada tanggal 6 Febuari aku kehilangan sosok ini. semoga ada penerusmu oom, Selamat Jalan semoga apa yang kau lakukan untuk sesama menjadi bekalmu menghadap sang Khalik. terimakasih untuk pengalaman dan kesempatan mengenal sosokmu. maafkan aku tak bisa mengantarmu ke peristirahatan terakhirmu.
salam dari tanah Hindustan

Promasan 2013DSC_0331

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s