AKULAKU

melihat sebuah iklan baliho tentang ecomerce baru yang menawarkan cicilan tanpa kartu kredit saya agak tergiur karena ada barang yang agak mahal yang saya incar. Sebelum memutuskan menginstall aplikasi ini di hp terlebih saya kroscek via website akulaku.com namun ternyata ecomerce yang satu ini belum menyediakan versi dekstop. Kemudian saya mencari reverensi tentang ecomerce ini dari beberapa blog yang sudah melakukan registerasi. Setelah yakin kemudian saya mantap untuk download aplikasi ini di hp. Mula-mula yang perlu diisi adalah nama, pekerjaan, jenjang pendidikan dan sosial media yang harus di authorize bisa linkedln atau facebook. Untuk jenis pekerjaan agaknya masih kurang variasi karena hanya ada 3 atau 4 pekerjaan. Tidak ada kendala selama bagian pertama dari form pendaftaran akulaku ini. Disisi atas muncul tulisan 1. Mengisi info pribadi dapat Rp. 500.000.
Bagian kedua anda kan diminta menggunggah kartu identitas, foto anda bersama kartu identitas dan juga nomor kartu identitas. Awalnya saya memasukan sim, namun rupanya pihak akulaku tidak menginkan penggunaan kartu identitas selain ktp. Ketika mengisi bagian ini akan muncul tulisan mengisi info pribadi dapat Rp. 2500.000

Bagian ketiga anda akan diminta mengisi kontak darurat, ada pilihan kontak darurat yang bisa dipilih orang tua, pasangan, atau saudara selain itu harus juga menyebutkan nama dan nomor telefon. Diawal mendaftar saya mengisi kontak darurat dengan identitas pacar saya. Namun yang terjadi adalah di tolak dan barulah saat saya mengisi dengan kontak ibu saya bisa berhasil. Bagian ketiga akan muncul mengisi kontak darurat dapat Rp 3500.000

Preview attachment Screenshot_2017-06-02-12-19-28-04.png

Screenshot_2017-06-02-12-19-28-04.png
42 KB

Bagian ke empat dibagian ini akan ada data yang agak sensitif yang harus diinput. Pertama adalah bidang pekerjaan, sejujurnya variasi di bagian ini masih kurang banyak karena pekerjaan saya tidak ada dan akhirnya saya pilih yang agak menjurus ke pekerjaan saya. Kedua selain industri tempat bekerja akan ada lama bekerja di bidang tersebut. Nah yang ketiga ini agak sensitif yaitu gaji bulanan juga. Kemudian yang keempat adalah website pribadi atau perusaan. Data terakhir yang harus dimasukan di bagian ke empat adalah keahlian, cukup satu keahlian yang di klik. Bagian keempat akan muncul mengisi info pekerjaan dapat Rp 5.000.000P

review attachment Screenshot_2017-06-02-11-36-39-35.png

Screenshot_2017-06-02-11-36-39-35.png
52 KB

Bagian kelima ini sifatnya juga pribadi tapi lebih kepada cara menyakinkan kepada pihak akulaku bahwa memang diri kita layak mendapatkan kredit ini. Data yang harus diinput adalah foto npwp, foto tempat bekerja, dan foto transaksi terakhir/rekening koran/siup/tdp. Kebetulan untuk bagian terakhir ini saya menggunakan screenshot transaki di email banking. Bagian kelima akan muncul mengisi info …….. * dapat Rp 5.000.000

Bagian terakhir/ keenam dari pendaftaran di akulaku adalah merekam suara kita mengeja angka yang diberikan. Bagian ini akan muncul mengisi info suara dapat Rp 5.000.000

Lama untuk di acc mendapat kredit dari akulaku menurut apa yang tertera di aplikasi adalah 48 Jam, namun nyatanya dalam waktu kurang dari 10 menit pemberitahuan sudah muncul muncul. Jujur saya mendaftar sebanyak 3 kali karena beberapa kesalahan yang bisa saja bukan dari saya. Dugaan saya adalah yang pertama saya memasukan identitas kontak darurat dengan nomor dari luar negri [ini sebenernya nyata karena pacar saya memang di luar negri] kemudian saya ganti dengan nomor ibu. Saya pikir tidak ada masalah namun rupanya gagal juga. Setelah di cek saya gag paham juga sama kesalahanya. Nah ketiga kali ketika diberitahu aplikasi kredit saya gagal saya mikir mungkin ada masalah di kartu identitas karena yang dipakai adalah sim bukan ktp. Nah setelah semua dibereskan dan sesuai dengan apa yang diminta gag lama saya mendapat notifikasi bahwa aplikasi atau pendaftaran saya diterima. Planfon kredit yang diberikan pertama kali adalah 3Juta rupiah. Ini bisa bertambah kalau kalian bayar cicilan tepat waktu.Preview attachment Screenshot_2017-06-02-12-49-11-94.png

Screenshot_2017-06-02-12-49-11-94.png
40 KB

Saya pribadi mengurungkan niat berbelanja di akulaku karena yang pertama harga barang yang saya ingin beli dengan cicilan gag bisa dibeli dengan plafon yang saya punya di akulaku. Kedua melihat selisih harga barang pengganti barang yang saya mau di akulaku dan toko sebelah sangat jauh menjadi kengganan saya.
Demikian tadi informasi mengenai belanja cicilan 0% di akulaku

Awal Perjuangan

Lulus itu gampang !!!!

Setelah lulus mau ngapain itu jadi sebuah pertanyaan besar yang saya hadapi tat kala sidang tugas akhir di depan mata. Boleh jujur saya mengerjakan bab I-III hanya 2 minggu dn bab IV-VI hanya 3 hari. Namun jeda bimbingan bab III menju IV saya tunda hampir 3 bulan. Janji saya pada diri sendiri bahwa akan menyelesaikan proposal dan skripsi dalam satu semester akhirnya terwujud.

Saya beruntung karena adanya perubahan kurikulum dimana mahasiswa angkatan tua hanya harus menyelesaikan sisa sks studi saja. Awalnya ada sedikit permasalahan dengan studi saya selama S1 karena masalah matakuliah belanja yang berlebih, kemudian adanya peraturan yang mengharuskan nilai E dihapus dari daftar hasil studi. Berbahagialah saya saat mengetahui hal itu. Beberapa kali harus maju mundur ke dosen wali akhirnya saya mendapatkan kepastian akan nasib studi saya. Setelah urusan jumlah sks dan nilai selesai dengan berani saya meminta kepada dosen pembimbing magang saya untuk minta dosen pembimbing skripsi dan jatuhlah pilihan saya pada dosen yang cukup terkenal killer kalau urusan skripsi. Bimbingan pertama saya sudah bersiap dengan 2 bendel judull + babI-III, yang memang sudah saya siapkan sejak magang. Apa yang saya dapat di hari pertama bimbingan sungguh diluar dugaan, judul saya dan segala isi langsung ditolak oleh dosen saya. Saya masih ingat betul kata-kata beliau “Kau mau buat skripsi, kalau macam ini yang mau kau buat saya gag mau bimbing ini terlalu mudah buat kamu. Coba kamu buat sebuah perencanaan program untuk poduk ini. Oh ya saya gag mau lama-lama bimbing kamu, cepat kerjakan ya.” Sejak tugas akhir tentang perencanaan, dan meskipun dosenembimbing jarang ada di kaantor namun saya rajin untuk menaruh bendel hasil revisian di meja beliau. 13 September 2016 setelah Idul Adha saya iseng ke kampus untuk check hasil bimbingan sebelumnya. Sebuah kejutan bahwa bab I-III sudah di acc dan bisa seminar skripsi, hasil bimbingan itu saya tunjukan kepada dosen embimbing 2 saya dan kalau dari dosen pembimbing utama acc kenapa dia enggak. Tanggal 14 pagi dosen pembimbing 2 menghubungi saya untuk menyelesaikan revisi segera sebelum jam 12 karena akan dibagikan untuk penguji. Tanggal 15 akhirnya saya seminar proposal.

sumber : https://img.okezone.com/content/2011/07/15/373/480422/2H1pGCGuwx.jpg

selang 3 bulan tepatya bulan desember saya mulai bimbingan kembali, tanggal 5 desember saya bertemu dengan dosen dengan membawa bab IV-V, beliau bilang saya lupa kamu buat apa. Jleb dong, akhirnya saya beri penjelasan kepada dosen pembimbing dan hari itu juga nunggu ketemu dosen pembimbing kedua untuk kasih sinkronisasi. Hari itu juga ketemu sama adek tingkat yang mau urus sidang dan kata dia besok tanggal 6 hari terakhir kumpul bendel sidang. What the……

pada akhirnya saya bisa kumpul bendel tanggal 7, molor sehari dari jadwal dan masih diterima. Tanggal 13 saya ujian skripsi dan alhamdulillah perjuagan ngap-ngapan lari sana sini terbayar.

sejak awal saya bilang bahwa saya bisa menyelesaikan seminar dan sidang dalam satu semester kepada orang-orang di sekitar.

setelah ini mau ngapain? tunggu cerita saya berikutnya. 😀

sokongan dana dari kampus

sumber : http://pls.upi.edu/wp-content/uploads/2014/05/DSC_0336.jpg
beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seleksi sebuah kegiatan diluar kampus. Kegiatan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyelenggara [akomodasi] untuk transportasi ada yang ditanggung oleh penyelenggara dan mandiri. Kebetulan saya menanggung sendiri biaya transportasi dari daerah asal menuju lokasi kegiatan. Jumlah ongkos yang dikeluarkan memang tak begitu besar namun saya mencoba untuk melihat respon kampus atas kegiatan ini.
 
Pagi itu begitu semua surat yang menunjukan saya lolos kegiatan tersebut saya bawa ke kampus. Niat awal saya ingin meminta sumbangan kepada pihak fakultas toh saya membayar uang kemahasiswaan yang tidak sedikit. Namun rupanya saya salah jalur, saya langsung bertemu dekan dan dekan menyarankan saya untuk maju ke koordinator bidang kemahasiswaan. Koordinator bidang kemahasiswaan di fakultas saya rupanya sedang keluar makan siang, isenglah saya ke bagian pencairan dana kemahasiswaan di universitas. Universitas tidak menerima, karena ini harus fakultas yang mendanai. Baiklah, sebelumnya diperjalanan dari kantor fakultas ke rektorat saya mencoba sms koordinator bidang kemahasiswaan, menanyakan kapan bisa bertemu. Setelah urusan di bagian pencairan dana kemahasiswaan selesai saya kembali ke fakultas dan mendapati bahwa koordinator bidang kemahasiswaan telah berada di ruangan.
 
saya ceritakan bagaimana saya bisa sampai terpilih mengikuti kegiatan ini dan apa latar belakang saya selama ini. Beliau mengatakan bahwasanya fakultas tidak bisa memberikan dana karena kegiatan terlalu mendadak dan ini merupakan inisiatif pribadi. Namun fakultas bersedia memberikan surat rekomendasi kepada pihak universitas. setelah mendapatkan surat saya langsung ke gedung rektorat dan memberikan suratnya. saya diminta menunggu karena bapak rektor bidang kemahasiswaan sedang berada di belanda dan akan pulang pada hari senin.
 
seminggu setelah kegitan saya kembali ke bagian pencairan dana kemahasiswaan dan kemudian diberitahu bahwa proposal pendanaan saya ditolak dengan alasan KAMU MENDAFTAR SENDIRI, kamu bukan bagian dari lembaga kemahasiswaan atau ukm di universitas maupun fakultas. Sedikit kecewa namun kemudian saya balik kata-kata bapak bagian pencairan dana kemahasiswaan bahwa untuk apa kampus selalu menanamkan nilai creative minority? untuk apa mahasiswa harus berfikir Kritis Kreatif dan Inovatif. Kemudian bapak bidang kemahasiswaan meminta saya menunggu lebih lama lagi dengan harapan dana bisa cair.
 
*bila mau flashback 2 atau 3 tahun silam
pertama kali saya mengikuti kegiatan saya mendapatkan support dari fakultas waktu itu koordinator bidang kemahasiswaan adalah dosen pembimbing skripsi saya sekarang, Dekan yang dulu sekarang menjadi salah satu pengajar di pasca sarjana. Kemudahan yang saya peroleh urusan dana untuk kegiatan luar bukan semata-mata karena mereka bekerja sesuai porsi mereka, mereka berdua berfikir untuk jangka panjang, bagaimana sertifikat mahasiswa mampu menjadi sebuah nilai + untuk masadepan fakultas dan jurusan pada saat ada kegiatan akreditasi. Kemudian mereka hanya menanyakan kontribusi yang akan dilakukan setelah pulang dari berkegiatan.
 
* saya tidak menghakimi salah satu pihak namun mencoba bercerita berdasar fakta dan opini

Salah Jurusan [Mitos atau Fakta]

“Anak komunikasi, jadilah penghubung di semua bidang keilmuan”

sejak awal kuliah dulu gag sengaja jatoh kelubang masalah lingkungan, trus bingung nih lah gue kan anak komunikasi apa dong yang bisa gue lakuin? maklum lah awal-awal kuliah hape gue masih belum gandroid atau bulekberry jadi masih gag ngerti nih soal dunia per sosmed-an. Jujur aja gue masih gag ngeri apaan itu komunikasi, karena emang gue bukan orang yang pinter bin cepet nangkep sesuatu, jadilah gue ikut-ikutan aja. Tahun pertama kuliah nama gue udah ada di salag satu buku procceding simposium ilmiah. Itu salah satu nikmat Tuhan tatkala gue merasa bahwa gue salah jurusan. Tahun kedua gue kuliah gue makin ngerasa kalau gue salah jurusan sebabnya apa?

Gue apply salah satu conference hitz kala itu namanya National Future Educator Confference, gag komunikasi banget kan? Itu kegiatan bidang pendidikan boo, dan apa gue merasa salah tatkala ikut itu? Rupanya di confference itu ada banyak anak-anak lain dari jurusan yang gag pendidikan banget misal hukum, hubungan internasional, dll. Gue tau disitu ada anak hukum soalnya ada mantan mapresnas 2014 *gag perlu sebut merek lah. Asal lo tau pas gue di kegiatan itu gue ngerasa nothing banget, remah-remah kerupuk banget deh gue, bayangin yang ikutan itu udah banyak pengalaman di dunia confference, dan gue? Nothing lah. Pas gue balik dari Jakarta gue cerita sama dekan gue tentang apa yang mau gue lakuin setelah kegiatan itu beliau bilang ajak-ajak teman yang lain kalau mau berkegiatan bair ada kamu-kamu yang lain. Disini gue nyadar yang namanya komuniksi itu gag cuman urusan sosmed dll tapi juga urusan silat lidah, ketajaman otak dan kemauan bergerak. Tapi ketika ngomong sama temen-temen gue seangkatan justru gue dianggap aneh, kan gue sedih yak. Diajak rada kritis sama masalah ginian belom ada yang mau. Inovasi di bidang pendidikan kalau gag ada inovasi di bidang komunikasi bakal sama aja.

 

Anak komunikasi masuk ranah budaya? Serius? Miapah?

Ini tentang gue yang bahagia tatkala ikutan Borobudur Youth Forum, lah kan gue anak komunikasi buat apaan ikutan begituan? Buat cari pengalaman neng [pengalaman ini gag gue lupain, temen sekamar gue waktu itu duta bahasa nomor wahid se jateng] Ini kegiatan menurut gue rada me dimana gue harus nemu solusi untuk permasalah budaya di sekitaran candi borobudur khususnya dan Indonesia secara umumnya, disini bareng temen-temen satu team bikin kegiatan yang emang bener-bener aplikatif buat masalah disana. bidang komunikasi dipake gag? pake banget, belajar ngomong doang ternyata gag gampang, bikin inovasi kalau gag bisa komunikasi is nothing.

 

pengalaman gue maju presentasiin proyek yang mau gue buat ternyata juga butuh modal komunikasi, ya maklum ini kompetisi tingkat nasional dimana se Indonesia cuman 34 orang diambil. *gag ada maksud riya’* gue maju sendirian tanpa ada temen yang bantu [ada sih tapi buat teknis] dan kalau gue gag bisa komunikasi maju selangkah kebelet pipisnya 1 jam. apa yang gue presentasiin emang jauh dari bidang komunikasi tapi bukankah komunikasi itu ngedukung gue dari sisi yang lain. kalau gue gag belajar komunikasi kelompok mungkin gue masih hidup dengan segala kengototan dan gag mau kalah.

 

kalau dipikir pikir lagi, gag pernah ada kata salah jurusan yang ada adalah kamu tidak berfikir lebih luas untuk mengembangkan jurusan kamu. mau jurusan pgsd tapi masuk di bidang lingkungan atau bisnis masuk ke bidang meteorologi itu gag salah. yang selalu gue inget tat kala gue anggap diri gue salah jurusan adalah ilmu itu seperti jaring laba-laba dimana semuanya terkoneksi.

 

trus kalau ditanya orang apa gue nyesel sempet bilang diri gue salah jurusan? ENGGAK

salah jurusan itu mitos atau fakta? Buat gue MITOS karena sebenernya ilmu itu gag ada batasanya

pada akhirnya gue harus memilih untuk tetap kembali ke ke tempat dimana gue digembleng. toh pas diakhir kuliah gini gue ngerjain tugas akhir juga masih di bidang komunikasi cuman topiknya gag berbau lingkungan. gue bukan motivator tapi gue coba ngajak kalian naik gunung gag cuman dari jalur pendakian yang umum meski banyak resiko. hidup kan emang gitu.

 

Nano Nano

Ya, aku merasakan keganjilan tentang rasa ini. Aku dan kamu memang terpisak jarak ribuan kilo, kini aku meragu seiring perjalanan hubungan ini. Aku tau kamu memang sosok yang baik, namun taukah kamu seorang perempuan tidak hanya ingin disimpan seolah olah simpanan rahasia yang tak ada orang yang boleh tau bahwa kau adalah milikku. Bukan, aku dan kamu bukan milik siapapun tapi kita adalah milik penguasa. Ah kamu benar, untuk apa kamu menunjukan siapa aku kepada publik . Iya aku memang bukan siapa-siapa bagimu. Haruskah aku menyerah pada titik ini?

Apa aku egois jika menginginkan keberadaanku diketahui orang terdekatmu? Apa akau terlalu agresif sehingga aku dengan bangga menunjukan siapa kamu kepada orang-orang terdekatku? Apa aku salah jika aku menginginkan pengakuan?

Kamu terlalu baik sehingga kamu tak pernah mau tau apa yang sebenarnya ada di otak dan hatiku saat ini. Aku hanya berusaha untuk menunjukan apa yang bisa kau lihat. Tapi pernah kah kau berfikir bahwa ada hal lain yang tak pernah aku tunjukan. Kamu tak pernah bertanya, selalu saja aku yang bertanya. Tak jarang aku merasa bahwa akulah pengemis itu.

Lupakanlah,

Aku tau bahwa mungkin sekarang ini masih dalam proses hidup yang panjang.

Jarak

Hey kamu,

sudah lama kita tak bercumbu

apa kamu sudah lupa rasanya bercumbu denganku

aku masih ingat dan tak akan lupa

 

hey kamu

aku bahagia mengenalmu

kamu memberiku banyak cinta

tapi apa mungkin kita akan terus bercumbu

 

aku tau aku salah

apa mungkin kamu harus aku tinggalkan

apa mungkin kamu menjadi sebab dia pergi

kamu taukan perasaanku untuk dia

 

hey kamu

aku ingin menjauh darimu

agar dia dekat denganku

agar tak ada lagi polemik

 

hey kamu

yakinkan aku agar aku yakin

yakin untuk memilih

memilih kamu atau dia

 

hey kamu

malam ini aku menangis

menangis karena kamu

kamu tau aku merindukan dia

 

hey kamu

kamu taukan rasanya rindu

tapi rindu ini bertepuk sebelah tangan

bisa kah kau sampaikan padanya aku rindu

berpijak

langit tentu tinggi

entah berapa tingginya itu

memikirkan langit tak akan habis semalam

langit tempat yang mungkin indah

 

tanah

dia rendah, tapi ini tempatku berpijak

tempatku bercumbu dengan semesta

tempatku mengibas rasa

memendam rasa

 

sejenak aku ingin di langit

tak berpijak pad apapun

merasakan kebebasan

seperti seolah beban hilang

 

DIA memang sangat istimewa

tak pernah mengecewakan

hingga aku merasa bahwa

karena dia aku berpijak

 

menapaki semua nikmat dan karunia

menjadi pasak di bumi ini

 

 

Selamat Jalan

berbicara tentang sosok yang satu ini bagiku tak akan ada habisnya. dia bukan seorang yang rupawan maupun bergelimang harta. dia sosok yang mungkin banyak orang rindukan, akupun merindukan sosok ini. tanggal 5 febuari 2016 aku melihat di timeline akun facebook milikku, ada sebuah postingan tentang sosok ini yang sedang terkulai lemah di bangsal sebuah rumah sakit di Kota Salatiga. sehari kemudian aku melihat dan membaca bahwa ternyata sosok ini telah berpulang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.
***
tahun 2013
aku mempunyai sebuah keinginan dan untuk mengajar anak-anak di lereng gunung, aku memberi nama kegiatanku ini adalah Sobat Gunung. sekitar bulan november 2013 aku melihat sebuah postingan di facebook untuk sebuah kegiatan sosial pembuatan mikrohydro di Promasan Gunung Ungaran. aku tertarik karena ini berkaitan juga dengan kegiatanku di Sobat Gunung. lantas aku menghubungi salah satu orang yang akan pergi. inilah awal perkenalanku dengan sosok Santo Handoyo.
Santo Handoyo atau yang lebih akrab disapa oom Santo merupakan seorang pria paruh baya yang masih melajang hingga akhir hayatnya. dimataku beliau merupakan pribadi yang tak pernah lelah untuk mengabdi kepada sesama. sosok Oom Santo mulai dikenal oleh banyak orang ketika beliau aktif terlibat menjadi relawan tatkala gunung merapi meletus tahun 2010. aku sendiri baru mengenal sosok ini tahun 2013.
Salah satu ciri khas yang selalu ku ingat dari sosok oom Santo adalah selalu menggunakan sarung. masih kuingat ketika pertama kali berjumpa dengan oom Santo beliau mengatakan bahwa sarung adalah salah satu hal paling berharga yang beliau miliki. selain sarung beliau juga identik dengan siput atau mobil putih katana yang telah dimodifikasi menjadi ambulans gratis. oom Santo selalu menggunakan siput kecuali saat siput sakit.
beberapa kegiatan sosial yang pernah aku ikuti bersama beliau mengajarkan kepadaku bahwa masih ada banyak orang di negeri ini yang tanpa pamrih bekerja untuk sesama. aku juga belajar bahwa dimana ada keinginan untuk berbuat baik akan ada jalan asalkan tidak hanya menunggu tapi juga berusaha. kadang aku tak habis pikir kenapa oom Santo mau bersusah payah untuk kehidupan sesama padahal menurutku oom santo bukan sosok yang bergelimang harta. ketika ditanya hal tersebut beliau selalu menjawan “Rejeki itu bukan dari manusia dek, Gusti Allah sudah mengatur. Oom kayak gini bukan mencari duit, buat sesama. kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan orang lain.”
sejujurnya sejak tahun 2014 akhir tak banyak kegiatan yang aku ikuti bersama beliau, hanya sesekali bertemu dan bertegur sapa. tahun 2015 seperti tahun kekosonganku di kegiatan sosial bersama beliau. aku lebih aktif di kegiatan yang aku lakukan sendiri bersama teman-teman. beberapa kali beliau memintaku untuk ikut kembali berkegiatan bersama.
diawal tahun aku pergi meninggalkan Salatiga dan pada tanggal 6 Febuari aku kehilangan sosok ini. semoga ada penerusmu oom, Selamat Jalan semoga apa yang kau lakukan untuk sesama menjadi bekalmu menghadap sang Khalik. terimakasih untuk pengalaman dan kesempatan mengenal sosokmu. maafkan aku tak bisa mengantarmu ke peristirahatan terakhirmu.
salam dari tanah Hindustan

Promasan 2013DSC_0331

Titik Jenuh

sebuah titik jenuh dimana tak banyak yang mengerti

 

 

aku lajang tapi apakah lajang itu?

jika lajang diartikan sebagai yang sendirian

lantas bagaimana hidup orang lajang?

apakah mereka benar-benar sendiri?

 

jika aku sendiri apa aku pantas bahagia?

lalu pertanyaan muncul siapa yang pantas bahagia?

bukankah bahagia itu universal?

ada banyak hal berkecamuk didalam dada kala ini

 

aku tak tau apa sebenarnya yang aku cari

apa aku sedang mencari bahagia??

atau aku sedang mencari bahagia dalam kesendirian??

entahlah saat ini aku sedang lelah atau bingung

 

bawa aku ke negrimu